Tampilkan postingan dengan label My Part. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Part. Tampilkan semua postingan
debur angin, derai ombak, dan kerasnya hatimu
meenggerus kewarasanku hingga lapisan terakhir
angan-angan dari jiwa yang telah pergi
mati namun selalu kembali

pria bodoh berdiri sekali lagi
mulai bertanya pada kekuatan kaki untuk sejenak menepi
tanya dia pada Sang Pemilik Cerita
akan bait-bait baru yang dibawa oleh semesta

aku menyadari hadirku yang teruntai angin
dan dirimu mengusung rindu dalam sujud doamu
namun hanya bait-bait harapan yang memudar
menelisik lirih hingga terbit fajar

kerumunan semut mengganti hari dengan berjuta bunga mentari
aku masih terbaring menatap awan
debur angin, derai ombak, dan kerasnya hatimu
Assalaamu'alaikum warahmatuLlaahi wabarokaatuh

Belakangan ini banyak peristiwa terjadi, baik di Indonesia maupun di dunia, yang terkait dengan dunia muslim. Mulai dari kasus "dugaan penistaan agama", pembunuhan (atau pembantaian) muslim di Rohingya, Myanmar, sampai dokumentasi hasil perkebunan hortikultura di Gaza yang hasilnya mencengangkan. Bagaimana tidak, ada strawberry yang besarnya seperti capsicum atau paprika, sampai eggplant atau terong sebesar labu yang biasa dipakai festival horror ala negara-negara barat.

Dari banyak peristiwa tersebut, ada banyak hal yang keluar-masuk di dalam pemikiran. Terutama yang berasal dari diri sendiri, lingkungan sekitar, atau sedikit lebih luas dari itu.

Dimulai dari diri sendiri, ada perasaan sedih tak terkira melihat kabar-kabar mengerikan yang tampak di media. Baik itu media komersial, maupun media sosial. Perasaan sedih itu semakin berlipat saat
Untuk sahabatku,

Kutulis ini setelah kudengar dari tuturmu
Merangkai doa, semoga engkau bersabar
Merajut kata, agar kau tidak merasa sendiri
Ketauhilah, dunia menunggu sesuatu yg besar darimu

Sahabatku,
Perjalanan adalah sesuatu yang besar
Menempuh jarak lebih jauh dr mata memandang
Melintas waktu yang tak tentu
Yang kita tetap tidak pernah tau meski telah membaca jutaan buku

Sahabatku,
Dalam perjalanan, akan ada banyak kerikil tajam menancap di kaki kita
Akan ada banyak duri-duri yang menelusup masuk menembus kulit kita
Akan ada banyak jatuh, yang membuat keringat dan darah keluar dr dalam tubuh kita

Namun ingatlah, wahai Sahabatku
Aku melihat seekor burung, terbang bebas di antara pepohonan
Melintaskan sayapnya di atas atap-atap rumah manusia
Bergerak maju, mencari sesuatu yang aku tidak tau

Aku juga tidak tau,
apa yang ada di balik lembaran hari yang baru
Mungkin saja akan ada pagi yang lain,
Atau malam dengan cahaya lilin
Namun seperti burung, hariku selalu mendorongku maju

Engkau begitu kokoh berdiri
Menjulang tinggi merengkuh langit
Tegak nan tegap
Memaknai setiap hati yang menatap

Banyak yang mencintaimu
Banyak pula yang ingin menjamahmu
Melukiskan mu tentang keindahan dan keangkuhan
Menyanyikan mu nada-nada keagungan

Namun engkau tetaplah engkau
Manusia berjalan beriring dengan detik. Helai angin yang menerpa rambut, membawa rasa segar untuk wajah yang baru saja menerima harta logika. Detik tidak pernah memutar balik, begitu juga seharusnya langkah kaki. Meskipun harus kembali kepada jiwa yang sama, namun rasa yang tercipta harusnya tidaklah sama. Walaupun itu hanya sebatas kutipan dan pena.

Manusia tidak pernah bersahabat dengan detik. Berlomba siapa yang tercepat, namun tidak pernah tau apa yang didapat. Bukankah itu sama dengan berjudi melawan waktu? Tidak seperti Dia yang selalu memeluk ku dengan firman-firman alamNya. Menuntun dan mengiba disaat aku melenguh kepadaNya. Memberikan apa yang telah dikata, menjanji apa yang telah terpatri.

Detik tidak pernah berjalan mundur, begitu pun manusia. Mereka selalu maju, meskipun berputar arah tuju nya. Pintar dengan sejuta alasan bukan? Sepintar dia menyembunyikan sesuatu dariku. Hey, tahukah kamu bahwa kekasihku memberikan ku rasa yang cukup tajam untuk mencium baunya? Catatan lama yang terbuka kembali, dengan lembaran-lembarannya yang berbau anyir melintas di bawah hidungku.

Empat, bait ini akan berhenti tepat di tempat. Namun sebelum itu, aku hanya ingin mendoakanmu. Dia mencintaimu, hanya kau saja yang belum tau. Aku juga mencintaimu, dan kau sudah tau. Hanya saja, cintaku tidak seperti cintaNya. Cintaku mampu tertabur seperti pasir yang tertiup angin, tersebar dan hilang dari genggaman. Dan aku melihatnya, kamu dengan angin yang kau tiup dari senyuman dan bahagiamu.
Terjaga ku di sebuah pagi
Membisu kan rasa di dalam hati
Menumpahkan berjuta tanya untuk dunia
Yang terlanjur hadir tanpa bisa tertunda

Ku lihat berderet burung gagak hitam dari dalam bilik
Suaranya yang khas, creepy dan membuat bulu begidik
Apa bagusnya Burung Gagak hitam? pikirku
Yang menafikan kecerdasannya, mengajarkan manusia mengubur sesamanya

Assalaamu'alaikum,

Pagi ini (25 Des) saya terjadwalkan untuk pertama kali pergi ke Padang. Kota tempat legenda Malin Kundang dan Jam Gadang berasal. Sebuah kota yang cukup familiar di telinga saya, karena banyak teman-teman saya di Sydney yg berasal dari sana. Dan alhamduliLlaah, pagi ini saya berkesempatan untuk pergi mengunjunginya.

Kepergian pertama saya ke Padang, selain karena undangan seorang teman baik, mungkin lebih tepatnya seperti figur kakak untuk saya, juga karena adanya excitement tersendiri untuk mengunjungi Kota Minangkabau ini. Saat saya membaca review beberapa artikel tentang Padang, baik dari dalam maupun luar negeri, saya selalu disuguhi pengalaman traveling yang, bahasa gaulnya, gue banget! Maklum, untuk penggemar traveling damai (baca: tidak ramai), mencari lokasi yang masih jarang dikunjungi anak-anak muda penyuka trip jaman sekarang, seperti menemukan durian di tengah gurun! hehehe. Oleh sebab itu, saat menerima undangan untuk terbang ke Padang, tanpa berpikir 2 kali, saya langsung meng-iya-kan undangan tersebut.

malam ini, izinkan aku bersedih
aku yang akan berpisah denganmu
aku yang mulai terbiasa dengan kehadiranmu
aku yang telah larut dengan nuansa yang engkau berikan

malam ini, izinkan aku mengenangmu
saat pertama yang penuh dengan perjuangan
melewati semua itu dengan keterpaksaan
namun yang aku rasakan hanya ketentraman

malam ini, izinkan aku menemanimu
seperti hari kemarin yang berlalu
malam temaram nan syahdu
hingga datang pagi mengusap kelabu

Ada sebuah kisah
Di mana aku selalu terbuai olehnya
Bergetar hati oleh lirih bait-baitnya
Apakah yang akan terjadi?
Bagaimana kisah nya terhenti?

Memulai membaca cerita
Sebuah perjalanan anak muda
Melangkahkan kaki meninggalkan hari
Membuang waktu untuk sebuah mimpi tak pasti

Pemuda yang sederhana
Tak memiliki apapun selain murah hatinya
Mengenal tidak satupun selain ibunya
Ramadhan Mubarak via wallallies.com

Happy Ramadhan Kariim,
May Allah SWT multiply our good deeds
and Grant every good wishes we made. aamiin,

Salaamu'alaikum warahmatuLlaah, Brosist.
AlhamduliLlaah, kita diberi jatah umur lagi sampai di bulan penuh hikmah, ibadah, dan rahmah, Bulan Ramadhan. Saatnya bersih-bersih! Terutama bersihin hati. Bukan dari sakit hati gara-gara cinta ya, :D , tapi dari penyakit hati yang mampir setahun terakhir. Semoga bersama Ramadhan, ibarat tungku api dan dan besi, kita mampu selesai dan keluar dari tungku api sebagai besi yang bersih dan bebas karat. Aaamiin

betewe, sahur hari pertaman gimana?
Biasa suka ada yang semangat banget, sampe bangun kecepetan, =D
Ada juga yang bangun nya mepet-mepet imsak, :|
Ada yang ga biasa bangun pagi, akhirnya ga sahur. :(
hehehe, yah kalo kamu ternyata ikut yang kebablasan dan ga sahur, tenang aja, itu cuma sunnah kok.
Tahan ya, lapernya.

oiya, kali ini aku mau ngebahas soal "Kalo Setan Dibelenggu saat Ramadhan, Kok Kita Masih Bisa Berbuat Dosa?" . Salah satu pertanyaan yang pernah aku dapet dari temen-temen. Kira-kira kamu tau jawabannya? lets scroll down!

Maaf, adalah kata pertama yang mesti aku ucapkan untuk tulisanku kali ini.
Maaf, adalah kata yang sampai nanti akan selalu menghiasi sepanjang kalimat-kalimatku nanti.
Jadi Maaf, tulisan ini adalah keluhan. Jika kurang berkenan, aku minta maaf.

Maafkan,
saat aku membuka linimasa berita pagi ini, yang kulihat adalah berita-berita yang menyedihkan. Demonstrasi, unjuk rasa, kriminal, kemiskinan, dan sejenisnya.

Pagi ini, kutemukan lagi waktu kembali 
Pada jutaan warna yang melarut dalam sebuah prisma
Pada dimensia ruang yang fana

Aku mencoba berjalan seiring melodi
yang melenggang anggun pada interlude
dengan beberapa tarian dan lompatan kecil
saat memasuki lekukan drama reffrain

Namun Pagi ini, kutemukan kembali waktu
yang memenjarakan warna di dalam prisma
pada absensia dimensia 

Pagi selalu sedingin hatimu, meskipun kutemukan dia di musim gugur, dingin, semi, maupun musim panas. Ah, jika kutuliskan lagi cerita tentangmu, pasti mereka akan bosan,
Maukah kamu tau,
Apa kejahatan terbesarmu padaku

Bukan,
Kejahatan terbesarmu bukan ketika kamu meninggalkanku saat aku jatuh
Karna aku bisa menemukan pembenaran untuk itu

Mungkin kau membiarkanku jatuh
Tidak mengulurkan tangan padaku
Hanya karna aku lebih kuat, lebih tegar
Lebih bijak pada kakiku sendiri

Tapi taukah kamu
Apa kejahatan terbesarmu padaku?

Adalah saat aku melakukan kesalahan
Dan aku tak tau itu
Dan kamu tau itu
Tapi kamu diam
Tapi kamu tak pernah mengatakan padaku

Itulah kejahatan terbesarmu


( Taufiq Affandi )
reading faces via http://www.friendshipcircle.org/
Beberapa waktu ini, banyak banget aktifitas bareng temen-temen Asosiasi Pelajar Muslim Indonesia di Australia (ANSHAR Australia). Apa lagi setelah posisi sekretaris di amanahkan, praktis kegiatan macam pengarsipan dokumen-dokumen, perumusan dan penyusunan agenda kerja, hadir di setiap rapat, kalo ga bisa hadir rapatnya batal =D , termasuk aktifitas note-and-reminder nya seluruh aktifitas ANSHAR. Yah buat kamu yg pernah jadi sekretaris, pasti paham laah, ;)

So, di antara banyak ide dan masukan, sempat aku usulkan buat bikin blog juga untuk ANSHAR itu. Dan alhamduliLlaah, usulan ini disambut dengan banyak pertanyaan! :D maklum, sejauh ini aktifitas blogging ga mahfum buat kebanyakan orang. Termasuk anggota ANSHAR ini, jadi pertanyaan apa dan bagaimana, dan anak-anaknya semua keroyokan minta dijawab satu-per-satu. hehehe

Sebenernya bukan blog nya yang jadi garis bawah, tapi manfaat nulis pengetahuan yang bisa dibaca/diakses oleh banyak orang itu yang lebih berkah. Seperti kalimat yang disampaikan sahabat RasuluLlah ini,

Salamu'alaikum, BroSist.
Gimana kabar nih? semoga masi dalam kesehatan, iman dan islam, ya. :)
hehe, seneng aja nyapa di awal tulisan, biar berasa akrab gitu. *Ciyeeee*
Poster Waroeng Dakwah season 2
Okeh, lanjut ke tulisan kali ini, judulnya ADALAH!!!! >> WarDa, alias Waroeng Dakwah, Emangnya Jannah Murah??

Belom tau kan, apa itu Waroeng Dakwah?

Waroeng Dakwah (WarDa) adalah acara operet dakwah, yang digawangi temen-temen komunitas One Brother dn One Sister di Sydney. WarDa ini dimunculkan sebagai sarana dakwah kita as the muslims, tapi dikemas dalam konsep yang menghibur (operet). Maklum, di Sydney aktifitas dakwah masi monoton gitu-gitu aja, Bro.
Langit,
Tempat tertinggi di jangkauan sepasang mata. Menggantung di sana berjuta bintang dan bulan, juga mimpi-mimpi manusia. Meski harus mengangkat dagu untuk melihatnya, tapi Langit juga mendorong manusia untuk sampai pada mimpi-mimpinya.

Aku melihat langit pagi ini,
Cerah, dengan gumpalan awan-awan kecil di tepiannya. Beberapa burung terlihat terbang mencari sesuatu yang aku tak tau apa. Namun yang pasti, Tuhan tau mereka menjalankan takdirnya.

Sejenak terkagum pada mereka,
kelompok burung-burung yang terbang entah ke mana. Apa sebenarnya yang mereka cari. Makanan? ah, tentu saja. Itu yang ilmuwan katakan untuk mereka. Tapi apa cuma itu? Apakah mereka punya mimpi untuk mencari kehidupan yang bahagia?

Ah, tentu saja mereka bahagia. Kau tentu bisa mendengar lantunan lagu-lagu yang mereka nyanyikan untuk menyambut pagi mu. Bahkan gagak hitam dan besar pun menyumbang suara sumbangnya.
Kopi itu biasa diminum saat masih hangat,
Aromanya harum memikat,
Namun jangan terkejut dengan pahit rasanya.
Sensasi yg hebat saat manis gula menyelimutinya.

Menikmatinya kopi,
Pasti sedikit demi sedikit.
Tentu karena lidah ga mampu menahan panasnya.
Tapi justru saat masih panas itu yg membuat kopi dicinta.

Kopi punya penggemar fanatik di seluruh dunia.
Sahabatku, suka kopi tapi yg masih panas.
Buatnya, kopi dingin seperti wanita yg masuk masa menopause.
Kehilangan gairah dn daya pikatnya.

Perjalanan,
sebuah kata yang telintas di pikiranku saat ini.
dunia, kehidupan, dan alam baka (?)
hehe, kata terakhir tentu juga yang terlintas di pikiran.

Perjalanan, aku mengidentik-kan dengan seorang Pria.
karena aku salah satunya? bisa jadi.
Pria yang kutemui,
di perjalananku yang entah kapan akan berakhir ini.

source : google


Home sweet home!


hehe, akhirnya nge-blog lagi. Rasanya uda lama aku ga bikin postingan di sini.
( lho, ada tamu. Maaf, cari siapa ya? )
hmm? lah kamu siapa? saya Praz, yang punya page ini.
( lho, saya yang punya page ini. kamu siapa, ngaku-ngaku? baru dateng juga.... )
Yeee, saya yang punya page ini. Tuh! liat, alamatnya prazakhmad.blogspot.com kan?
( -_________- )
hehehe, ngerti deh. Ngambek yang ga diapelin dari lama. :D
( praz, sadar. it's been MONTHS! Lama BANGEETTT! )
oke, iya paham. berbulan-bulan, sekitaran 6 bulanan kan?
( WHATTT??? enteng gitu??? dosa woy nelantarin page lebih dari 3 minggu!!! )
err, gitu ya? masa sih?
( IIYYAAAA!!! )
pake dalil yang mana nih? Naqli atau Aqli?
( dua-duanya!!! )
hehehe, sorry deh, sorry. Biar keliatan sok misterius gitu, ngilang. :p
(.........................)
lho, kok ilang? helloo. . . makhluk astral, neng ndhi kowe?
notes from praz akhmad. Diberdayakan oleh Blogger.